ayat pertama yang turun dari alqur`an adalah “iqra” yang berarti “bacalah”. sebuah kalimat perintah yang menunjukan serta menganjurkan kepada kita manusia serta umat muslim khususnya untuk selalu mencari ilmu, karena dengan membaca kita akan menjadi tahu, dengan membaca seorang muslim akan bisa menjaga kluarga negara serta agama dari ancaman ancaman yang membahayakan, dengan membaca pula pikiran kita akan di gugah untuk memahami bahwa alam ini begitu luas, bahwa di luar bumi yang kita pijak ini masih ada planet planet yang lain. bahkan masih ada jutaan bintang yang bertebaran di masing- masing galaksi.
dengan membaca kita akan di paksa untuk mengakui kekuasan alloh sang pencipta, bahwa karunianya sangat lah tidak terbatas sehingga tak akan sangup bagi seorang manusia untuk menghitungnya, iqra dlam bahasa arab adalah sebuah fiil muta`addi atau dalam kata lain adalah sebuah kata kerja yang membutuhkan sebuah objek. namun dalam ayat tersebut objek nya itu tidak ada alias tidak di perlihatkan sebagaimana kebiasaan alqur`an, ketika dia menggambarkan sesuatu yang global maka dia mengibaratkan nya dengan mutlak tanpa qayid, seperti pada ayat ini yang mana objeknya tidak di sebutkan karena objek tersebut itu mutlak, hal ini menunjukkan kepada kita bahwa objek dari kalimat tersebut adalah mutlak semua kalam alloh, entah dia kalam yang tertulis yaitu alqur`an ataukah kalam yang terhampar luas di bumi dan langit serta seisinya.
di antara apa yang bisa kita baca adalah kehidupan, yah kehidupan setiap manusia merupakan suatu pembelajaran dari alloh untuk makhluknya. entah itu bagian kehidupan yang enak ataukah itu bagian kehidupan yang susah.apakah kita dalam kehidupan ini di jadikan sebagai orang kaya, ataukah kita di jadikan sebagai orang yang kurang mampu.itu smua hanyalah variasai dari kehidupan sehingga manusia di ajarkan oleh tuhanya untuk saling tolong menolong dan saling bantu membantu.bukan untuk saling menghantam da saling menikam.
dalam sebuah kehidupan, kita akan dan bahkan pasti bertemu dengan yang namanya masalah, entah dia kaya entah dia miskin entah dia pejabat ataupun rakyat pasti akan berbenturan dengan yang namanya masalah.tapi yang harus kita garis bawahi disini adalah bagaimanakah sikap kita dalam menghadapi kehidupan tersebut, kita harus pandai pandai dalam menghadapi masalah tersebut, sehingga kita akan mendapatkan hikmah dan pembelajaran dari masalah itu.jikalau kita melakukan kesalahan, maka kita harus memperbaikinya secepat mungkin, dan mengingat ingat hal tersebut sebagai peringatan sehingga kita tidak akan mengulanginya lagi, karena seorang muslim itu tidak akan terjatuh pada lubang yang sama.
kehidupan tidak akan selamanya itu penuh masalah, sebagaimana samudra itu di landa ombak, adanya malam pasti akan hilang di telan oleh menyingsingnya sang fajar. justru karena ada kesusahan itulah manusia di dunia merasakan yang namanya bahagia, alloh sendiri berjanji dalam kitab suci bahwa setiap kesusahan pasti diiringi oleh dua kemudahan “inna ma`l `usri yusroon”
kehidupan adalah sebuah proses pembelajaran bagi seorang manusia sehingga ia sadar akan nikmat tuhanya sehingga sadar untuk mensyukuri karunianya, sebagaimana seorang muslim itu di tuntut untuk belajar sejak dari geyongan sehingga masuk kedalam liang lahat.
di pojok sebuah kamar, mansoura - egypt